5 Perbedaan Tanda Kehamilan dengan Tanda akan Menstruasi yang Harus Diketahui

Tidak sedikit wanita salah mengartikan tanda-tanda kehamilan sebagai tanda menstruasi biasa. Padahal beberapa tanda tersebut bisa jadi menunjukkan bahwa kamu sedang hamil bukan menstruasi.

Lantas, apa saja perbedaan tanda haid dan tanda hamil yang benar? Berikut adalah ulasan mengenai beberapa perbedaan tanda kehamilan dengan tanda akan menstruasi pada wanita.

Menstruasi dan kehamilan

Menstruasi adalah peristiwa terjadinya perdarahan pada uterus wanita yang dimana darah tersebut mengalir dari rahim menuju vagina. Menstruasi terjadi karena tidak ada pembuahan sel telur oleh sperma sehingga sel telur tersebut lepas dari rahim. 

Menstruasi dialami oleh wanita setiap bulannya. Namun, ada sebagian wanita memiliki waktu yang lebih lama karena kondisi kesehatan. Biasanya menstruasi menunjukkan gejala seperti nyeri perut saat haid datang atau selama haid.

Sedangkan kehamilan adalah peristiwa terbentuknya janin didalam rahim wanita akibat pembuahan yang berhasil pada sel telur wanita oleh sperma laki-laki. Lama usia kehamilan adalah 9 bulan dengan dibagi beberapa semester yaitu:

  • Trimester pertama: struktur tubuh terbentuk dan janin mulai tumbuh (0-13 minggu)
  • Trimester kedua: janin berkembang dan mulai menunjukkan pergerakan (14-26 minggu)
  • Trimester ketiga: janin makin berkembang (27-40 minggu)

Kenapa tanda kehamilan dan menstruasi mirip?

Gejala-gejala yang muncul saat hamil dan menstruasi menunjukkan kesamaan, tidak heran jika sebagian wanita merasa bingung cara membedakan keduanya. Sebab keduanya memiliki proses awalan yang sama yaitu ovulasi.

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur matang yang dikeluarkan oleh ovarium atau indung telur ke tuba falopi untuk dibuahi. Proses ini terjadi selama 12 hingga 14 hari sebelum menstruasi terjadi.

Apa perbedaan tanda kehamilan dengan tanda menstruasi?

Berikut adalah beberapa perbedaan tanda kehamilan dan tanda menstruasi yang harus kamu pahami:

  1. Pendarahan
  • Hamil: keluar bercak merah muda atau cokelat gelap selama implantasi (6 sampai 12 hari setelah pembuahan) dengan waktu yang lebih singkat dari periode menstruasi.
  • Menstruasi: mengeluarkan darah warna merah gelap dan perdarahan yang lebih banyak.
  1. Nyeri perut
  • Hamil: terjadi kram perut ringan beriringan dengan keluarnya bercak-bercak. Selain itu, akan terjadi kram di bagian-bagian lainnya seperti punggung bagian bawah dan perut bagian bawah selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  • Menstruasi: kram perut berlangsung selama haid atau saat awal-awal haid saja.
  1. Mual dan muntah
  • Hamil: ciri khas tanda kehamilan wanita adalah mual dan muntah. Jika kamu mengalami keterlambatan menstruasi dan sering merasa mual maka kamu sedang hamil.
  • Menstruasi: kasus mual dan muntah sangat jarang terjadi pada wanita yang akan menstruasi.
  1. Nyeri payudara
  • Hamil: nyeri pada payudara berlangsung selama 1 hingga 2 minggu setelah pembuahan. Ukuran payudara akan terus tumbuh hingga selesai melahirkan.
  • Menstruasi: nyeri payudara hanya berlangsung selama haid saja.
  1. Rasa lelah
  • Hamil: saat hamil kamu akan merasakan kelelahan yang sangat ekstrim. Jika kamu mengalami keterlambatan haid serta kelelahan ekstrim maka kamu sedang hamil.
  • Menstruasi: lelah pada masa menstruasi biasanya berlangsung singkat.

Tanda-tanda kehamilan dan menstruasi

Kamu tidak perlu bingung lagi perbedaan tanda kehamilan dengan menstruasi, bukan? Selain itu, kamu juga perlu memahami beberapa tanda-tanda kehamilan, yaitu:

  • Nafsu makan bertambah
  • Nyeri payudara berlangsung lama serta terus mengalami pertumbuhan
  • Kram pada bagian tertentu dalam jangka waktu yang lama
  • Suasana hati berubah-ubah
  • Mengalami kelelahan ekstrim
  • Sering buang air kecil
  • Mengalami morning sickness

Sedangkan, tanda-tanda menstruasi adalah:

  • Nyeri perut
  • Muncul jerawat
  • Nyeri payudara saat awal haid
  • Sakit kepala
  • Mengalami gangguan tidur
  • Mood swing

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan cara membedakan tanda kehamilan dengan tanda menstruasi?

Rekomendasi Obat Diare untuk Ibu Hamil

Salah satu masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh ibu hamil adalah diare, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami buang air besar yang encer selama tiga kali sehari. Bila kamu merupakan salah satu yang mengalaminya, ada beberapa obat diare untuk ibu hamil yang bisa dipilih untuk meredakannya. Simak penjelasan di bawah ini!

Penyebab Diare Saat Hamil

Ada beberapa hal yang menyebabkan ibu hamil mengalami diare baik yang berhubungan langsung dengan kehamilan maupun tidak berhubungan dengan kehamilan. Apa sajakah itu?

Penyebab Diare di Luar Kehamilan

  1. Infeksi virus seperti rotavirus dan notovirus, atau infeksi bakteri seperti E.coli dan Salmonella
  2. Keracunan makanan
  3. Intoleransi makanan
  4. Efek obat-obatan tertentu

Penyebab Diare yang Berhubungan dengan Kehamilan

  1. Perubahan diet atau jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari
  2. Sensitivitas terhadap makanan baru
  3. Efek samping dari vitamin prenatal yang mengganggu kerja pencernaan
  4. Perubahan hormon yang memberatkan kerja pencernaan sehingga menyebabkan diare   

Rekomendasi Beberapa Obat Diare untuk Ibu Hamil

Berikut adalah daftar obat diare untuk ibu hamil yang bisa kamu dapatkan di apotek

  1. Diapet

Diapet merupakan obat generik untuk diare yang bisa dikonsumsi ibu hamil. Obat ini akan membuat kerja usus besar jadi lebih lambat sehingga bisa menyerap air dan feses yang keluar pun bisa lebih padat.

Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa yaitu 1-2 kapsul dan diminum dua kali sehari. Perlu diketahui bahwa Diapet tidak boleh dikonsumsi selama lebih dari 48 jam.

  1. Norit

Norit merupakan obat yang terbuat dari karbon aktif. Obat ini mampu menyerap racun dan zat-zat yang berbahaya pada pencernaan sebagai penyebab diare. Ibu hamil bisa meminum obat ini 3 kali sehari sebanyak 3 kapsul tiap sekali minum.

  1. Entrostop

Entrostop merupakan obat diare untuk ibu hamil lainnya yang bisa dipilih. Entrostop mengandung activated colloidal attapulgite yang bantu mengurangi frekuensi buang air besar sekaligus memadatkan feses.

Entrostop bisa diminum 2 tablet setiap selesai buang air besar dengan konsumsi maksimal 12 tablet tiap 24 jam. Namun demikian, ibu hamil tetap membatasi konsumsi obat ini dan berkonsultasi pada dokter sebelum meminumnya.

  1. Diatabs

Sama seperti Entrostop, Diatabs mengandung activated attapulgite yang mengurangi frekuensi BAB dan memadatkan feses.

Selain itu, obat ini juga bisa mencegah kehilangan cairan akibat diare. Bagi orang dewasa, dosis obat ini yaitu sehari dua kali dengan jumlah 1-2 tablet untuk sekali minum dan maksimal penggunaan selama 48 jam.

  1. Imodium

Obat diare untuk ibu hamil lainnya yang bisa dikonsumsi yaitu imodium. Imodium mengandung loperamide HCl.

Obat ini bisa didapat dengan resep dokter dalam bentuk cair atau bisa juga dibeli secara mandiri dalam bentuk tablet atau kapsul. Adapun konsumsi obat ini adalah tidak lebih dari 16 mg dalam waktu 24 jam.

  1. Guanistrep

Guanistrep merupakan obat diare berbentuk sirup. Kandungan kaolin dan pektin di dalamnya bermanfaat untuk mengatasi diare dan mencegah dehidrasi. Kedua kandungan ini juga aman untuk ibu hamil selagi dikonsumsi dengan dosis yang wajar.

Tips Mengatasi Diare Saat Hamil

Selain mengonsumsi obat, ada beberapa tips yang bisa dilakukan bila mengalami diare pada masa kehamilan. Berikut daftarnya:

  1. Minum lebih banyak air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
  2. Menghindari makanan pemicu diare seperti makanan pedas dan berlemak (termasuk gorengan)
  3. Membatasi konsumsi produk-produk yang mengandung susu.
  4. Mengonsumsi probiotik.
  5. Jika sedang melakukan pengobatan dan mengalami diare akibat pengobatan tersebut, sebaiknya hentikan dulu pengobatan. Jangan lupa untuk melakukan konsultasi dengan dokter bila ragu untuk mengambil keputusan.
  6. Bersabar dan beri waktu bagi pencernaan untuk kembali pulih karena biasanya diare akan berlangsung selama beberapa hari.

Itulah penjelasan seputar obat diare untuk ibu hamil beserta tips mengatasi diare di masa kehamilan.

Ibu Hamil Positif Covid? Jangan Panik, ini Faktanya!

Menjalani kehamilan di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut kadang membuat sang ibu khawatir karena bisa saja terpapar virus corona. Namun, bagaimana jika ibu hamil positif Covid?

Mungkin kamu akan bertanya-tanya, “Ibu hamil positif Covid-19 apa yang harus dilakukan?” atau “Ibu hamil positif Covid-19, apakah berpengaruh pada janin?”. Yuk kita temukan jawabannya pada artikel ini.

Kenali Ciri Ibu Hamil Positif Covid-19

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan menyerang pernapasan. Ciri atau gejala Covid-19 yang mungkin muncul pada ibu hamil tidak jauh berbeda dengan gejala pada umumnya, antara lain:

  • batuk
  • demam
  • sesak napas
  • merasa dan mudah lelah
  • menggigil dan gemetar
  • sakit tenggorokan
  • sakit kepala
  • nyeri otot dan pegal-pegal

Pada dasarnya, ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan rutin meskipun di masa pandemi. Terlebih, jika kamu merasakan salah satu atau lebih dari ciri-ciri di atas, jangan ragu untuk melakukan swab antigen atau polymerase chain reaction (PCR) dan segera menghubungi dokter. 

Bagaimana Jika Ibu Hamil Positif Covid-19?

  1. Tetap Tenang

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah tetap tenang dan berpikiran positif. Ibu hamil positif Covid-19 dilarang merasakan cemas atau stress berlebih. Karena stress tak hanya menurunkan imuitas, tetapi juga dapat berdampak buruk pada janin.

  1. Konsultasi dengan Dokter

Segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Akan lebih baik jika kamu berkonsultasi dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) yang tengah memantau kehamilanmu.

Dokter akan meresepkan obat-obatan dan vitamin yang sesuai dengan kondisi ibu hamil positif Covid-19. Dokter juga akan memutuskan kamu dapat isolasi mandiri atau perlu perawatan di rumah sakit.

  1. Menjaga Pola Makan Sehat

Jangan lupa untuk memakan makanan sehat dan bergizi, serta lengkap sumber nutrisi mulai dari karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah-buahan. Selain itu, pastikan kebutuhan air minummu tercukupi dengan baik.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan ibu hamil perlu mengonsumsi minimal 2,1 liter air mineral atau sekitar 8 gelas setiap harinya. Tentu lebih baik jika ibu hamil postif Covid-19 dapat mengonsumsi air mineral lebih dari yang dianjurkan.

  1. Istirahat Cukup

Ibu hamil positif Covid-19 tentu memerlukan istirahat yang cukup, bahkan lebih dari biasanya. Istirahatkan fisik dan mentalmu, untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan memulihkan diri.

Dampak Covid-19 pada Janin

Menurut World Health Organization (WHO), ibu hamil positif Covid-19 mengalami peningkatan risiko berat jika terinfeksi, dibandingkan perempuan yang tidak hamil pada rentang usia yang mirip.Ibu hamil positif Covid-19 yang memiliki penyakit bawaan seperti asma, paru-paru, kerusakan hati, diabetes, dan kondisi medis lainnya berpotensi memiliki gejala yang lebih parah.

Selain itu, ibu hamil positif Covid-19 yang terpapar pada trimester ketiga juga dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan persalinan prematur. Untuk itulah pemeriksaan rutin secara berkala dan konsultasi dengan Dokter sangat diperlukan.

Mengenai dampaknya terhadap janin, WHO mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya virus hidup (aktif) pada sampel cairan di dalam rahim ibu hamil positif Covid-19 di sekitar bayi maupun sampel air susu ibu (ASI).

Hal ini berarti, metode persalinan  ibu hamil positif Covid-19 ditentukan oleh indikasi medis obstetri preferensi individu, bukan dari status penyintas Covid-19. Hal tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa setelah bayi dilahirkan, ibu hamil positif Covid-19 dapat menyusui bayinya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Langkah Pencegahan agar Ibu Hamil Tidak Terpapar Covid-19

Pepatah lama mengatakan, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Langkah mudah berikut dapat kamu terapkan untuk menncegah virus SARS-CoV-2 mampir ke tubuhmu:

  1. Melakukan vaksinasi Covid-19

Sejak pertengahan 2021 lalu, berbagai peelitian telah membuktikan bahwa vaksinasi aman bagi ibu hamil.  

  1. Menjaga protokol kesehatan

Meskipun sudah vaksin dan kasus Covidd-19 mengalami penurunan, tak ada salahnya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Gunakan masker dengan benar dan tepat, rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang sesuatu, serta menjaga jarak dan membatasi aktivitas di kerumunan.

  1. Menjaga  pola hidup sehat

Pola hidup yang sehat dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu mengonsumsi makanan yang bergizi lengkap dan mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola tidur minimal 8 jam setiap hari, dan berolahraga secara rutin.Gimana? Sudah lebih tenang kan? Eits, tapi artikel ini hanya membantu menguraikan gambaran umum mengenai ibu hamil positif Covid-19. Jangan lupa untuk berkonsultasi secara langsung dengan doktermu ya. Salam sehat.

Fakta Medis tentang Manfaat Air Kelapa Muda untuk Ibu Hamil yang Sering Muntah

Manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil mungkin sudah banyak dipercayai oleh masyarakat tradisional. Air kelapa muda memiliki rasa manis yang khas dan menyegarkan. Masyarakat pun banyak menggunakannya sebagai minuman obat. Namun, bagaimana dunia medis menjelaskan hal ini? 

Manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil ternyata telah memiliki penjelasan secara medis. Artikel ini memberikan informasi apakah air kelapa muda aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Berkaitan dengan perkembangan produk air kelapa kemasan yang banyak dijual saat ini, adakah produk tersebut aman dan memberi manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil trimester pertama?

Amankah Ibu Hamil Mengonsumsi Air Kelapa Muda?

Biasanya, makanan yang masuk dalam daftar merah untuk ibu hamil adalah makanan yang berpotensi menumbuhkan bakteri berbahaya. Air kelapa muda yang alami diminum dari buah kelapa bisa dikeluarkan dari daftar ini. Dengan kata lain, dunia medis juga mendukung bahwa ada sejumlah manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil.

Air kelapa terbaik adalah air kelapa yang langsung diminum segera setelah buahnya dikupas. Selain karena kesegarannya masih terjaga, air kelapa yang langsung diminum masih terjaga dari kontaminasi udara yang mungkin memengaruhi kualitas airnya.

Lalu, bagaimana dengan air kelapa muda dalam kemasan? Mengonsumsi air kelapa muda kemasan sebenarnya juga cukup aman selama para ibu memperhatikan petunjuk kemasan. 

Biasanya produsen memberi klaim bahwa produknya aman untuk ibu hamil. Selain itu, penting untuk menyimpan minuman ini dalam lemari es dan mengonsumsinya sebelum tanggal batas yang dicetak. Jika memiliki pertanyaan tentang prosedur konsumsi, coba cari tahu dulu dari pihak produsen. Atau konsultasikan produk dengan dokter kandungan terkait komposisi produk.

Seperti semua makanan dan minuman kemasan lainnya, sejumlah merek mungkin dikemas dengan pemanis tambahan. Kandungan ini mungkin bisa memicu penambahan berat badan atau memperburuk kondisi diabetes gestasional. Oleh karena itu, pilihlah air kelapa tanpa tambahan gula dan tetap perhatikan porsi. 

Manfaat Air Kelapa Muda untuk Ibu Hamil Trimester Pertama Atasi Mual dan Muntah

Sebanyak 95% air kelapa adalah air. Artinya, mengonsumsi air kelapa sangat efektif untuk mencukupi kebutuhan hidrasi tubuh. Khususnya ibu hamil yang membutuhkan asupan hidrasi ganda. Namun, manfaat ini bukanlah poin utama manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil. 

Air putih masih menjadi rekomendasi utama untuk mencukupi hidrasi tubuh. Air kelapa adalah mineral pendukung yang mengandung elektrolit tambahan yang memang bisa mendukung kebutuhan tubuh saat hamil. Namun, bukan berarti semua kebutuhan mineral dan nutrisi saat hamil bisa dipenuhi oleh air kelapa saja.

Air kelapa mengandung elektrolit penting bagi tubuh seperti kalium, natrium, dan magnesium. Ini adalah kandungan yang memberi manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil, khususnya di masa awal kehamilan.

Elektrolit tubuh pada masa kehamilan biasanya ikut terbuang karena kebiasaan mual dan muntah. Kejadian ini umum dialami pada masa hamil muda.

Manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil trimester pertama  bisa membantu sistem elektrolit tubuh kembali stabil. Terlebih jika sering mengalami morning sickness, ibu hamil biasanya membutuhkan elektrolit tambahan untuk menebus hilangnya mineral penting yang terbuang karena muntah berlebihan.

Itulah manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil khususnya pada masa awal kehamilan. Ibu hamil di trimester pertama sebaiknya memberi perhatian pada kualitas hidrasi dan elektrolit tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga imunitas ibu dan janin. 

Minum air kelapa bisa mendukung ibu hamil menjaga stamina di trimester pertama. Selain itu, masih ada manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil lainnya seperti meredakan refluks lambung dan mencegah sembelit.