Cetirizine: Mengenal Lebih Dekat Obat yang Bantu Atasi Alergi

Alergi dapat menjadi masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari, dan salah satu cara untuk mengatasi gejalanya adalah dengan menggunakan obat antialergi. Cetirizine merupakan salah satu obat yang sering digunakan untuk meredakan gejala alergi.

Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat apa itu cetirizine, cara kerjanya, indikasi penggunaan, dan hal-hal penting lainnya yang perlu diketahui oleh mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang obat ini.

Apa Itu Cetirizine?

Cetirizine adalah obat antialergi yang termasuk dalam kelompok antihistamin generasi kedua. Obat ini berfungsi untuk mengurangi gejala alergi dengan cara menghambat efek histamin, zat kimia yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap alergen.

Cetirizine bekerja dengan cara memblokir reseptor histamin, sehingga mampu mengurangi berbagai gejala alergi seperti pilek, bersin-bersin, mata berair, dan gatal-gatal.

Cara Kerja Cetirizine

Cetirizine bekerja dengan menghambat aksi histamin, yaitu zat yang dilepaskan oleh tubuh sebagai respons terhadap alergen. Histamin inilah yang menyebabkan berbagai gejala alergi seperti gatal-gatal, hidung tersumbat, dan mata berair. Dengan menghambat aksi histamin, cetirizine membantu mengurangi atau bahkan mencegah timbulnya gejala tersebut.

Indikasi Penggunaan Cetirizine

Cetirizine digunakan untuk meredakan gejala alergi yang melibatkan saluran pernapasan dan kulit. Beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan cetirizine meliputi:

  1. Rinitis Alergi: Merupakan reaksi alergi pada saluran pernapasan yang menyebabkan hidung tersumbat, bersin-bersin, dan pilek.
  2. Konjungtivitis Alergi: Alergi yang menyerang mata, ditandai dengan mata merah, gatal, dan berair.
  3. Dermatitis Alergi: Reaksi alergi pada kulit yang dapat menyebabkan gatal-gatal, ruam, dan kemerahan.
  4. Urtikaria (Kurap): Timbulnya bercak-bercak merah pada kulit yang sangat gatal.

Cara Penggunaan Cetirizine

Cetirizine biasanya tersedia dalam bentuk tablet, tetes, dan sirup. Cara penggunaannya cukup sederhana, namun penting untuk mengikuti petunjuk dokter atau yang tertera pada kemasan obat. Beberapa tips penggunaan cetirizine yang perlu diperhatikan:

  1. Konsumsi Sesuai Dosis: Pastikan untuk mengonsumsi cetirizine sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter atau sesuai petunjuk pada kemasan.
  2. Hindari Penggunaan Bersamaan dengan Alkohol: Hindari mengonsumsi alkohol bersamaan dengan cetirizine, karena dapat meningkatkan risiko efek samping seperti kantuk.
  3. Perhatikan Waktu Konsumsi: Beberapa orang mungkin lebih nyaman mengonsumsi cetirizine pada malam hari karena dapat menyebabkan kantuk pada sebagian orang.
  4. Jangan Menggandakan Dosis: Jika Anda melewatkan satu dosis, jangan menggandakan dosis pada konsumsi selanjutnya. Konsumsi sesuai jadwal berikutnya.

Efek Samping Cetirizine

Meskipun cetirizine umumnya aman digunakan, seperti halnya dengan obat-obatan lainnya, ada beberapa efek samping yang perlu diwaspadai, antara lain:

  1. Kantuk: Beberapa orang mungkin mengalami kantuk setelah mengonsumsi cetirizine. Oleh karena itu, sebaiknya Anda hindari untuk mengemudi atau melakukan aktivitas berbahaya jika merasa mengantuk setelah mengonsumsi obat ini.
  2. Mulut Kering: Efek samping yang umum adalah rasa mulut kering. Pastikan untuk cukup minum air untuk mengatasi hal ini.
  3. Sakit Kepala: Beberapa orang melaporkan mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi cetirizine. Jika ini terjadi, konsultasikan dengan dokter.
  4. Mual atau Pusing: Beberapa orang dapat merasa mual atau pusing setelah mengonsumsi cetirizine.

Jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius, seperti sulit bernapas, pembengkakan wajah atau bibir, segera cari pertolongan medis.

Interaksi Obat Cetirizine

Sebelum menggunakan cetirizine, penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang atau telah Anda konsumsi. Beberapa obat dapat berinteraksi dengan cetirizine, termasuk obat penenang, obat penenang tidur, dan obat antihipertensi. Interaksi obat dapat memengaruhi efektivitas cetirizine atau meningkatkan risiko efek samping.

Keamanan Penggunaan Cetirizine pada Ibu Hamil dan Menyusui

Meskipun cetirizine dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Begitu juga pada ibu menyusui, sebaiknya dokter memberikan panduan terkait penggunaannya agar tidak membahayakan bayi.

Mitos dan Fakta seputar Cetirizine

  1. Mitos: Cetirizine Bisa Menyebabkan Ketergantungan

Fakta: Cetirizine termasuk dalam kelompok antihistamin generasi kedua yang tidak menyebabkan ketergantungan. Penggunaan sesuai dosis dan petunjuk dokter umumnya aman.

  1. Mitos: Semua Antihistamin Sama Saja

Fakta: Meskipun memiliki tujuan yang sama, setiap antihistamin memiliki karakteristik dan efek samping yang berbeda. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memilih obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan Anda.

  1. Mitos: Cetirizine Hanya Bekerja pada Alergi Pernapasan

Fakta: Cetirizine efektif meredakan gejala alergi yang melibatkan saluran pernapasan dan kulit. Namun, efeknya mungkin berbeda-beda pada setiap individu.

Penutup

Cetirizine adalah obat antialergi yang membantu mengatasi berbagai gejala alergi dengan menghambat efek histamin.

Meskipun umumnya dianggap aman, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya, terutama jika Anda sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat-obatan lain. Penting untuk mengikuti dosis dan petunjuk dokter untuk memastikan penggunaan cetirizine yang efektif dan aman.

Mengenal Menstruasi Adalah dan Semua Seluk Beluk Tentangnya

Menstruasi adalah keadaan yang dialami perempuan setiap bulan. Ketika perempuan mengalami menstruasi, dinding rahim mengalami peluruhan dan mengeluarkan jaringan serta darah.

Namun, menstruasi bukan hanya tentang peluruhan dinding rahim. Masih ada aspek-aspek lainnya dalam menstruasi, seperti waktu perempuan mengalami menstruasi pertama kali dan terakhir serta gangguan yang bisa dialami perempuan ketika menstruasi.

Berikut ini adalah ulasan yang bisa membawamu mengenalmu lebih jauh tentang menstruasi. Simak semuanya di sini!

Apa Itu Menstruasi?

Menstruasi adalah suatu periode ketika darah dan jaringan keluar dari vagina. Darah dan jaringan bisa keluar dari vagina karena rahim melepaskan lapisannya. Pelepasan ini akan dilakukan jika tidak terjadi kehamilan.

Menstruasi biasanya terjadi sekitar tiga hingga lima hari. Pada beberapa perempuan, menstruasi bisa berlangsung selama 7 hari. Apabila darah menstruasi masih keluar setelah 8 hari, kamu patut waspada dan harus berkonsultasi dengan dokter.

Ketika menstruasi, perempuan akan mengalami beberapa kondisi. Kondisi tersebut yaitu nyeri pinggang, nyeri punggung bagian bawah, nyeri payudara, pusing, dan perut kembung. Selain itu, ada pula perempuan yang mengalami perubahan mood dan peningkatan nafsu makan.

Siklus Menstruasi

Menstruasi yang normal terjadi tiap bulan secara teratur. Nah, jarak antara waktu menstruasi ke waktu menstruasi berikutnya disebut dengan siklus menstruasi.

Setiap bulan, tubuh akan menyiapkan diri untuk menerima kehamilan. Dalam siklus menstruasi, hormon pada ovarium akan membuat sel telur matang. Jika sel telur matang, maka sel telur siap menerima sel sperma untuk pembuahan.

Hormon tersebut juga berperan dalam menebalkan dinding rahim. Dinding rahim tersebut digunakan sebagai tempat perkembangan janin apabila ada kehamilan.

Kira-kira di tengah siklus menstruasi, hormon akan memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur yang matang. Proses ini disebut dengan ovulasi. Setelah sel telur dilepas, ia akan menuju tuba falopi lanjut ke rahim. 

Apabila sel sperma tidak membuahi sel telur, maka dinding rahim yang tebal tidak akan diperlukan. Dinding tersebut pun akan meluruh, menyebabkan menstruasi. 

Kapan Perempuan Mulai Menstruasi?

Menstruasi adalah kondisi yang pertama kali dialami oleh perempuan ketika usianya menginjak 11 hingga 14 tahun. Rentang waktu tersebut disebut dengan pubertas. Pada umumnya, pubertas pada remaja perempuan juga disertai dengan pertumbuhan payudara, kemunculan jerawat, dan kemunculan rambut pada ketiak dan kemaluan.

Kapan Perempuan Berhenti Menstruasi?

Apakah perempuan yang sudah mendapat menstruasi akan selalu mengalaminya di sisa hidupnya? Ternyata, jawabannya tidak.

Ketika mencapai titik usia tertentu, perempuan akan mengalami menopause. Hal ini akan dialami perempuan ketika usianya mencapai 45 hingga 55 tahun. Setelah perempuan mengalami menopause, ia tidak akan bisa hamil.

Masalah Kesehatan Pada Menstruasi

Saat mengalami menstruasi, perempuan bisa mengalami gangguan. Gangguan kesehatan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Amenorea

Ada dua jenis amenorea, yaitu amenorea primer dan amenorea sekunder. Amenorea primer yaitu kondisi gangguan menstruasi di mana perempuan belum mengalami haid hingga usianya 16 tahun.

Sementara itu, amenorea sekunder merupakan kondisi gangguan menstruasi di mana perempuan yang pernah mengalami menstruasi tidak lagi mendapatkannya selama 3 bulan atau lebih, padahal ia sedang tidak hamil.

  1. Dismenorea

Gangguan dismenorea memiliki ciri khas nyeri berupa kram perut dan sakit punggung ketika menstruasi. Salah satu penyebab gangguan ini adalah kadar hormon prostaglandin yang tinggi pada masa awal haid.

  1. Menorrhagia

Menorrhagia merupakan gangguan ketika darah menstruasi keluar terlalu banyak. Biasanya, gangguan ini juga disertai dengan durasi menstruasi yang terlalu lama, lebih dari 5 hingga 7 hari.

  1. Oligomenorea

Menstruasi seharusnya terjadi setiap bulan. Namun, tidak semua perempuan mengalaminya dalam periode yang sama. Perempuan yang sangat jarang mengalami menstruasi disebut memiliki oligomenorea.

Ciri oligomenorea adalah siklus menstruasi lebih dari 35 hingga 90 hari. Perempuan yang mengalami oligomenorea mendapatkan haid kurang dari 8 atau 9 kali setahun.

Menstruasi adalah luruhnya dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan. Semoga ulasan tentang menstruasi di atas bisa menambah informasi untukmu.

Kenali 10 Penyebab Benjolan di Ketiak Kanan Sakit Bila Ditekan

Benjolan di ketiak kanan yang menimbulkan rasa sakit saat ditekan tentunya membuat kekhawatiran bagi setiap orang. Benjolan di ketiak kanan tidak hanya tanda dari penyakit berbahaya saja, namun juga dapat menjadi tanda dari efek samping obat-obatan yang dikonsumsi.

Maka dari itu, sangat penting untuk kita mengetahui lebih jauh penyebab benjolan di ketiak kanan sakit bila ditekan. Simak informasinya berikut ini.

Apa itu benjolan di ketiak kanan?

Benjolan di ketiak kanan adalah suatu kondisi munculnya pembengkakan dengan ukuran kecil hingga besar di sekitar ketiak. Benjolan di ketiak kanan ini dapat terasa keras, kenyal, ataupun lunak, dan biasanya berwarna kemerahan.

Benjolan di ketiak kanan ini biasanya dapat muncul dari ibu menyusui, ataupun bagi mereka yang sering mencukur bulu ketiak sehingga menimbulkan infeksi pada ketiak. Tetapi, benjolan di ketiak kanan juga dapat menjadi tanda dari penyakit berbahaya sehingga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Apa penyebab benjolan di ketiak kanan?

Benjolan di ketiak kanan dapat disebabkan oleh banyak hal dan memiliki pembengkakan yang berbeda-beda dari masing-masing penyebab. Berikut adalah penyebab-penyebab benjolan di ketiak kanan:

  1. Infeksi kelenjar getah bening
    Infeksi kelenjar getah bening akan membuat benjolan di ketiak yang mana adalah lokasi dari kelenjar getah bening. Infeksi kelenjar getah bening ini adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi virus ataupun bakteri yang masuk. Biasanya pembengkakan kelenjar getah bening ini akan hilang dengan sendirinya.
  2. Benjolan Bisul
    Benjolan bisul adalah peradangan abses berwarna merah yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Biasanya bisul memiliki tekstur yang lunak dan berisikan nanah sehingga menyebabkan rasa sakit.
  3. Benjolan kista
    Kista adalah benjolan berisi cairan nanah ataupun udara yang dapat tumbuh di ketiak dan menimbulkan rasa sakit. Biasanya, benjolan kista dapat tumbuh akibat dari proses mencukur bulu ketiak yang kurang baik.
  4. Alergi pada ketiak
    Alergi pada ketiak biasanya disebabkan oleh produk yang tidak cocok dengan kulit ketiak. Ketidakcocokan ini dapat menimbulkan pembengkakan dan rasa sakit pada ketiak.
  5. Pertumbuhan kutil
    Kutil adalah suatu gangguan kesehatan kulit yang ditandai dengan munculnya jaringan lunak di kulit dan berukuran kecil.
  6. Lipoma
    Lipoma adalah jaringan tumor yang tumbuh pada ketiak dan menyebabkan timbulnya benjolan di ketiak namun biasanya tidak disertai dengan rasa sakit.
  7. Efek vaksinasi
    Efek vaksinasi biasanya menyebabkan benjolan di ketiak akibat dari reaksi vaksin menyerang sistem kekebalan tubuh.
  8. Limfoma
    Limfoma adalah pertumbuhan sel kanker pada kelenjar getah bening sehingga menyebabkan benjolan pada ketiak. Limfoma harus segera ditangani dengan baik sebelum terjadi peningkatakan stadium kanker yang lebih tinggi.
  9. Kanker payudara
    Kanker payudara adalah pertumbuhan sel kanker yang ada di payudara dan menyebabkan benjolan di ketiak. Sama seperti limfoma, kanker payudara juga harus ditangani oleh medis dengan cepat.
  10. Efek obat-obatan
    Benjolan di ketiak kanan seringkali disebabkan oleh efek obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Benjolan yang muncul ini biasanya akibat dari reaksi alergi terhadap kandungan obat yang dikonsumsi.

Apakah benjolan di ketiak berbahaya?

Bahaya benjolan di ketiak dapat dilihat dari penyebab benjolan tersebut. Biasanya, tingkat keparahan benjolan di ketiak akan mengacu pada besarnya benjolan, tekstur benjolan, dan risiko komplikasi yang akan terjadi dari benjolan tersebut. Maka dari itu, pasien harus memeriksakan benjolan di ketiak kepada tim medis untuk mendapatkan diagnosa serta penanganan terbaik.

Selain daripada itu, benjolan di ketiak kanan dapat diobati dengan menjaga kesehatan, minum air mineral yang cukup, menjaga kebersihan ketiak, serta mengonsumsi obat antiinflamasi yang telah diresepkan oleh dokter.

Apa Saja Makanan yang Mengandung Potasium? Berikut Penjelasannya

Mungkin kamu masih merasa asing dengan kata potasium. Zat ini merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan untuk memenuhi zat gizi sehari-hari. Tidak hanya kalsium dan magnesium saja, tetapi potasium juga berperan penting bagi kesehatanmu.

Menemukan makanan yang mengandung potasium tidak sulit, lho. Kamu bisa dengan mudah mencari makanan yang mengandung potasium di sekitarmu. Mari baca penjelasan di bawah ini:

Apa itu potasium?

Potasium atau juga bisa disebut dengan kalium merupakan salah satu elektrolit yang memiliki peran penting untuk tubuh. Zat ini tidak dibentuk secara alami oleh tubuh melainkan melalui makanan yang kamu konsumsi.

Mengonsumsi potasium dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh seperti menyeimbangkan cairan serta mineral dalam tubuh. 

Kandungan potasium

Kandungan potasium pada makanan berbeda-beda tergantung jenis makanan. Ada yang sebanyak 165 mg hingga 925 mg per porsi. Untuk lebih mengetahui kandungan potasium tiap jenis makanan, simak penjelasan lebih detail di bawah ini:

  • Susu mengandung 260-45 mg 
  • Sayuran tinggi potasium mengandung 220-925 mg 
  • Buah tinggi potasium mengandung 200-425 mg
  • Makanan protein mengandung 210-400 mg
  • Makanan molase mengandung 295 mg
  • Cokelat mengandung 165 mg

Manfaat potasium

Mengonsumsi makanan yang mengandung potasium sangat dianjurkan, lantas apakah manfaat potasium yang bisa kamu peroleh?

  • Mengurangi peradangan 
  • Meningkatkan kekuatan dan kesehatan otot
  • Mencegah penyakit batu ginjal
  • Mencegah penyakit stroke
  • Mencegah penyakit jantung
  • Meningkatkan kesehatan usus
  • Mencegah penyakit diabetes
  • Meningkatkan fungsi pembuluh darah
  • Meningkatkan sistem kerja saraf
  • Meningkatkan kekuatan tulang

Makanan yang mengandung potasium

Setelah kamu mengetahui segudang manfaat potasium di atas, berikut adalah ragam makanan mengandung potasium yang bisa kamu konsumsi:

  1. Ubi jalar dan kentang

Ubi jalar merupakan sumber potasium yang baik. Ubi jalar dengan berat 180 gram menghasilkan 18% potasium harian. Uniknya, makanan ini juga memiliki kandungan empat kali lipat vitamin A.

Kentang juga merupakan sumber potasium yang baik. Kentang seberat 299 gram bisa menghasilkan potasium harium sebesar 34%. Sepertiga kandungan potasium terletak pada kulitnya. Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsi kentang tanpa mengupas kulitnya. 

  1. Kacang putih

Meskipun ukuran kacang tidak besar, namun siapa sangka jika sumber potasium terbaik justru ada di kacang-kacangan salah satunya adalah kacang putih. Dalam 179 gram mengandung 829 mg potasium. Selain itu, di dalamnya juga ada serat dan antioksidan yang tinggi.

  1. Buah bit

Buah bit juga kaya akan potasium. Satu cangkir potasium atau 170 gram mengandung 518 mg potasium. Buah ini juga mengandung folat, antioksidan, dan nitrat.

  1. Bayam

Sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat ini juga mengandung potasium tinggi. 180 gram bayam dapat memenuhi kebutuhan potasium harian sebanyak 18%.

  1. Tomat

Buah maupun sayuran tomat dengan berat 244 gram bisa memenuhi kebutuhan potasium harian sebesar 17%. Di dalamnya juga kaya akan zat lain, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan tembaga.

Bolehkah Ibu hamil mengkonsumsi potasium?

Tidak ada larangan Ibu hamil mengkonsumsi potasium. Justru potasium sangat dianjurkan dikonsumsi selama kehamilan karena banyak sekali manfaat yang Ibu dan bayi dalam kandungan bisa peroleh. Manfaat mengkonsumsi potasium bagi ibu hamil adalah:

  • Menjaga keseimbangan elektrolit tubuh Ibu hamil
  • Membantu menjaga pertumbuhan janin
  • Mendorong kinerja saraf dan otot
  • Mencegah dari kram

Nah, itu adalah penjelasan mengenai potasium serta manfaat potasium yang bisa kamu peroleh jika rutin mengkonsumsi makanan mengandung potasium.

Fakta Medis tentang Manfaat Air Kelapa Muda untuk Ibu Hamil yang Sering Muntah

Manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil mungkin sudah banyak dipercayai oleh masyarakat tradisional. Air kelapa muda memiliki rasa manis yang khas dan menyegarkan. Masyarakat pun banyak menggunakannya sebagai minuman obat. Namun, bagaimana dunia medis menjelaskan hal ini? 

Manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil ternyata telah memiliki penjelasan secara medis. Artikel ini memberikan informasi apakah air kelapa muda aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Berkaitan dengan perkembangan produk air kelapa kemasan yang banyak dijual saat ini, adakah produk tersebut aman dan memberi manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil trimester pertama?

Amankah Ibu Hamil Mengonsumsi Air Kelapa Muda?

Biasanya, makanan yang masuk dalam daftar merah untuk ibu hamil adalah makanan yang berpotensi menumbuhkan bakteri berbahaya. Air kelapa muda yang alami diminum dari buah kelapa bisa dikeluarkan dari daftar ini. Dengan kata lain, dunia medis juga mendukung bahwa ada sejumlah manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil.

Air kelapa terbaik adalah air kelapa yang langsung diminum segera setelah buahnya dikupas. Selain karena kesegarannya masih terjaga, air kelapa yang langsung diminum masih terjaga dari kontaminasi udara yang mungkin memengaruhi kualitas airnya.

Lalu, bagaimana dengan air kelapa muda dalam kemasan? Mengonsumsi air kelapa muda kemasan sebenarnya juga cukup aman selama para ibu memperhatikan petunjuk kemasan. 

Biasanya produsen memberi klaim bahwa produknya aman untuk ibu hamil. Selain itu, penting untuk menyimpan minuman ini dalam lemari es dan mengonsumsinya sebelum tanggal batas yang dicetak. Jika memiliki pertanyaan tentang prosedur konsumsi, coba cari tahu dulu dari pihak produsen. Atau konsultasikan produk dengan dokter kandungan terkait komposisi produk.

Seperti semua makanan dan minuman kemasan lainnya, sejumlah merek mungkin dikemas dengan pemanis tambahan. Kandungan ini mungkin bisa memicu penambahan berat badan atau memperburuk kondisi diabetes gestasional. Oleh karena itu, pilihlah air kelapa tanpa tambahan gula dan tetap perhatikan porsi. 

Manfaat Air Kelapa Muda untuk Ibu Hamil Trimester Pertama Atasi Mual dan Muntah

Sebanyak 95% air kelapa adalah air. Artinya, mengonsumsi air kelapa sangat efektif untuk mencukupi kebutuhan hidrasi tubuh. Khususnya ibu hamil yang membutuhkan asupan hidrasi ganda. Namun, manfaat ini bukanlah poin utama manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil. 

Air putih masih menjadi rekomendasi utama untuk mencukupi hidrasi tubuh. Air kelapa adalah mineral pendukung yang mengandung elektrolit tambahan yang memang bisa mendukung kebutuhan tubuh saat hamil. Namun, bukan berarti semua kebutuhan mineral dan nutrisi saat hamil bisa dipenuhi oleh air kelapa saja.

Air kelapa mengandung elektrolit penting bagi tubuh seperti kalium, natrium, dan magnesium. Ini adalah kandungan yang memberi manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil, khususnya di masa awal kehamilan.

Elektrolit tubuh pada masa kehamilan biasanya ikut terbuang karena kebiasaan mual dan muntah. Kejadian ini umum dialami pada masa hamil muda.

Manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil trimester pertama  bisa membantu sistem elektrolit tubuh kembali stabil. Terlebih jika sering mengalami morning sickness, ibu hamil biasanya membutuhkan elektrolit tambahan untuk menebus hilangnya mineral penting yang terbuang karena muntah berlebihan.

Itulah manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil khususnya pada masa awal kehamilan. Ibu hamil di trimester pertama sebaiknya memberi perhatian pada kualitas hidrasi dan elektrolit tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga imunitas ibu dan janin. 

Minum air kelapa bisa mendukung ibu hamil menjaga stamina di trimester pertama. Selain itu, masih ada manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil lainnya seperti meredakan refluks lambung dan mencegah sembelit. 

Ibu Hamil Positif Covid? Jangan Panik, ini Faktanya!

Menjalani kehamilan di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut kadang membuat sang ibu khawatir karena bisa saja terpapar virus corona. Namun, bagaimana jika ibu hamil positif Covid?

Mungkin kamu akan bertanya-tanya, “Ibu hamil positif Covid-19 apa yang harus dilakukan?” atau “Ibu hamil positif Covid-19, apakah berpengaruh pada janin?”. Yuk kita temukan jawabannya pada artikel ini.

Kenali Ciri Ibu Hamil Positif Covid-19

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan menyerang pernapasan. Ciri atau gejala Covid-19 yang mungkin muncul pada ibu hamil tidak jauh berbeda dengan gejala pada umumnya, antara lain:

  • batuk
  • demam
  • sesak napas
  • merasa dan mudah lelah
  • menggigil dan gemetar
  • sakit tenggorokan
  • sakit kepala
  • nyeri otot dan pegal-pegal

Pada dasarnya, ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan rutin meskipun di masa pandemi. Terlebih, jika kamu merasakan salah satu atau lebih dari ciri-ciri di atas, jangan ragu untuk melakukan swab antigen atau polymerase chain reaction (PCR) dan segera menghubungi dokter. 

Bagaimana Jika Ibu Hamil Positif Covid-19?

  1. Tetap Tenang

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah tetap tenang dan berpikiran positif. Ibu hamil positif Covid-19 dilarang merasakan cemas atau stress berlebih. Karena stress tak hanya menurunkan imuitas, tetapi juga dapat berdampak buruk pada janin.

  1. Konsultasi dengan Dokter

Segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Akan lebih baik jika kamu berkonsultasi dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) yang tengah memantau kehamilanmu.

Dokter akan meresepkan obat-obatan dan vitamin yang sesuai dengan kondisi ibu hamil positif Covid-19. Dokter juga akan memutuskan kamu dapat isolasi mandiri atau perlu perawatan di rumah sakit.

  1. Menjaga Pola Makan Sehat

Jangan lupa untuk memakan makanan sehat dan bergizi, serta lengkap sumber nutrisi mulai dari karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah-buahan. Selain itu, pastikan kebutuhan air minummu tercukupi dengan baik.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan ibu hamil perlu mengonsumsi minimal 2,1 liter air mineral atau sekitar 8 gelas setiap harinya. Tentu lebih baik jika ibu hamil postif Covid-19 dapat mengonsumsi air mineral lebih dari yang dianjurkan.

  1. Istirahat Cukup

Ibu hamil positif Covid-19 tentu memerlukan istirahat yang cukup, bahkan lebih dari biasanya. Istirahatkan fisik dan mentalmu, untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan memulihkan diri.

Dampak Covid-19 pada Janin

Menurut World Health Organization (WHO), ibu hamil positif Covid-19 mengalami peningkatan risiko berat jika terinfeksi, dibandingkan perempuan yang tidak hamil pada rentang usia yang mirip.Ibu hamil positif Covid-19 yang memiliki penyakit bawaan seperti asma, paru-paru, kerusakan hati, diabetes, dan kondisi medis lainnya berpotensi memiliki gejala yang lebih parah.

Selain itu, ibu hamil positif Covid-19 yang terpapar pada trimester ketiga juga dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan persalinan prematur. Untuk itulah pemeriksaan rutin secara berkala dan konsultasi dengan Dokter sangat diperlukan.

Mengenai dampaknya terhadap janin, WHO mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya virus hidup (aktif) pada sampel cairan di dalam rahim ibu hamil positif Covid-19 di sekitar bayi maupun sampel air susu ibu (ASI).

Hal ini berarti, metode persalinan  ibu hamil positif Covid-19 ditentukan oleh indikasi medis obstetri preferensi individu, bukan dari status penyintas Covid-19. Hal tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa setelah bayi dilahirkan, ibu hamil positif Covid-19 dapat menyusui bayinya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Langkah Pencegahan agar Ibu Hamil Tidak Terpapar Covid-19

Pepatah lama mengatakan, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Langkah mudah berikut dapat kamu terapkan untuk menncegah virus SARS-CoV-2 mampir ke tubuhmu:

  1. Melakukan vaksinasi Covid-19

Sejak pertengahan 2021 lalu, berbagai peelitian telah membuktikan bahwa vaksinasi aman bagi ibu hamil.  

  1. Menjaga protokol kesehatan

Meskipun sudah vaksin dan kasus Covidd-19 mengalami penurunan, tak ada salahnya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Gunakan masker dengan benar dan tepat, rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang sesuatu, serta menjaga jarak dan membatasi aktivitas di kerumunan.

  1. Menjaga  pola hidup sehat

Pola hidup yang sehat dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu mengonsumsi makanan yang bergizi lengkap dan mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola tidur minimal 8 jam setiap hari, dan berolahraga secara rutin.Gimana? Sudah lebih tenang kan? Eits, tapi artikel ini hanya membantu menguraikan gambaran umum mengenai ibu hamil positif Covid-19. Jangan lupa untuk berkonsultasi secara langsung dengan doktermu ya. Salam sehat.

Rekomendasi Obat Diare untuk Ibu Hamil

Salah satu masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh ibu hamil adalah diare, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami buang air besar yang encer selama tiga kali sehari. Bila kamu merupakan salah satu yang mengalaminya, ada beberapa obat diare untuk ibu hamil yang bisa dipilih untuk meredakannya. Simak penjelasan di bawah ini!

Penyebab Diare Saat Hamil

Ada beberapa hal yang menyebabkan ibu hamil mengalami diare baik yang berhubungan langsung dengan kehamilan maupun tidak berhubungan dengan kehamilan. Apa sajakah itu?

Penyebab Diare di Luar Kehamilan

  1. Infeksi virus seperti rotavirus dan notovirus, atau infeksi bakteri seperti E.coli dan Salmonella
  2. Keracunan makanan
  3. Intoleransi makanan
  4. Efek obat-obatan tertentu

Penyebab Diare yang Berhubungan dengan Kehamilan

  1. Perubahan diet atau jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari
  2. Sensitivitas terhadap makanan baru
  3. Efek samping dari vitamin prenatal yang mengganggu kerja pencernaan
  4. Perubahan hormon yang memberatkan kerja pencernaan sehingga menyebabkan diare   

Rekomendasi Beberapa Obat Diare untuk Ibu Hamil

Berikut adalah daftar obat diare untuk ibu hamil yang bisa kamu dapatkan di apotek

  1. Diapet

Diapet merupakan obat generik untuk diare yang bisa dikonsumsi ibu hamil. Obat ini akan membuat kerja usus besar jadi lebih lambat sehingga bisa menyerap air dan feses yang keluar pun bisa lebih padat.

Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa yaitu 1-2 kapsul dan diminum dua kali sehari. Perlu diketahui bahwa Diapet tidak boleh dikonsumsi selama lebih dari 48 jam.

  1. Norit

Norit merupakan obat yang terbuat dari karbon aktif. Obat ini mampu menyerap racun dan zat-zat yang berbahaya pada pencernaan sebagai penyebab diare. Ibu hamil bisa meminum obat ini 3 kali sehari sebanyak 3 kapsul tiap sekali minum.

  1. Entrostop

Entrostop merupakan obat diare untuk ibu hamil lainnya yang bisa dipilih. Entrostop mengandung activated colloidal attapulgite yang bantu mengurangi frekuensi buang air besar sekaligus memadatkan feses.

Entrostop bisa diminum 2 tablet setiap selesai buang air besar dengan konsumsi maksimal 12 tablet tiap 24 jam. Namun demikian, ibu hamil tetap membatasi konsumsi obat ini dan berkonsultasi pada dokter sebelum meminumnya.

  1. Diatabs

Sama seperti Entrostop, Diatabs mengandung activated attapulgite yang mengurangi frekuensi BAB dan memadatkan feses.

Selain itu, obat ini juga bisa mencegah kehilangan cairan akibat diare. Bagi orang dewasa, dosis obat ini yaitu sehari dua kali dengan jumlah 1-2 tablet untuk sekali minum dan maksimal penggunaan selama 48 jam.

  1. Imodium

Obat diare untuk ibu hamil lainnya yang bisa dikonsumsi yaitu imodium. Imodium mengandung loperamide HCl.

Obat ini bisa didapat dengan resep dokter dalam bentuk cair atau bisa juga dibeli secara mandiri dalam bentuk tablet atau kapsul. Adapun konsumsi obat ini adalah tidak lebih dari 16 mg dalam waktu 24 jam.

  1. Guanistrep

Guanistrep merupakan obat diare berbentuk sirup. Kandungan kaolin dan pektin di dalamnya bermanfaat untuk mengatasi diare dan mencegah dehidrasi. Kedua kandungan ini juga aman untuk ibu hamil selagi dikonsumsi dengan dosis yang wajar.

Tips Mengatasi Diare Saat Hamil

Selain mengonsumsi obat, ada beberapa tips yang bisa dilakukan bila mengalami diare pada masa kehamilan. Berikut daftarnya:

  1. Minum lebih banyak air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
  2. Menghindari makanan pemicu diare seperti makanan pedas dan berlemak (termasuk gorengan)
  3. Membatasi konsumsi produk-produk yang mengandung susu.
  4. Mengonsumsi probiotik.
  5. Jika sedang melakukan pengobatan dan mengalami diare akibat pengobatan tersebut, sebaiknya hentikan dulu pengobatan. Jangan lupa untuk melakukan konsultasi dengan dokter bila ragu untuk mengambil keputusan.
  6. Bersabar dan beri waktu bagi pencernaan untuk kembali pulih karena biasanya diare akan berlangsung selama beberapa hari.

Itulah penjelasan seputar obat diare untuk ibu hamil beserta tips mengatasi diare di masa kehamilan.

5 Perbedaan Tanda Kehamilan dengan Tanda akan Menstruasi yang Harus Diketahui

Tidak sedikit wanita salah mengartikan tanda-tanda kehamilan sebagai tanda menstruasi biasa. Padahal beberapa tanda tersebut bisa jadi menunjukkan bahwa kamu sedang hamil bukan menstruasi.

Lantas, apa saja perbedaan tanda haid dan tanda hamil yang benar? Berikut adalah ulasan mengenai beberapa perbedaan tanda kehamilan dengan tanda akan menstruasi pada wanita.

Menstruasi dan kehamilan

Menstruasi adalah peristiwa terjadinya perdarahan pada uterus wanita yang dimana darah tersebut mengalir dari rahim menuju vagina. Menstruasi terjadi karena tidak ada pembuahan sel telur oleh sperma sehingga sel telur tersebut lepas dari rahim. 

Menstruasi dialami oleh wanita setiap bulannya. Namun, ada sebagian wanita memiliki waktu yang lebih lama karena kondisi kesehatan. Biasanya menstruasi menunjukkan gejala seperti nyeri perut saat haid datang atau selama haid.

Sedangkan kehamilan adalah peristiwa terbentuknya janin didalam rahim wanita akibat pembuahan yang berhasil pada sel telur wanita oleh sperma laki-laki. Lama usia kehamilan adalah 9 bulan dengan dibagi beberapa semester yaitu:

  • Trimester pertama: struktur tubuh terbentuk dan janin mulai tumbuh (0-13 minggu)
  • Trimester kedua: janin berkembang dan mulai menunjukkan pergerakan (14-26 minggu)
  • Trimester ketiga: janin makin berkembang (27-40 minggu)

Kenapa tanda kehamilan dan menstruasi mirip?

Gejala-gejala yang muncul saat hamil dan menstruasi menunjukkan kesamaan, tidak heran jika sebagian wanita merasa bingung cara membedakan keduanya. Sebab keduanya memiliki proses awalan yang sama yaitu ovulasi.

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur matang yang dikeluarkan oleh ovarium atau indung telur ke tuba falopi untuk dibuahi. Proses ini terjadi selama 12 hingga 14 hari sebelum menstruasi terjadi.

Apa perbedaan tanda kehamilan dengan tanda menstruasi?

Berikut adalah beberapa perbedaan tanda kehamilan dan tanda menstruasi yang harus kamu pahami:

  1. Pendarahan
  • Hamil: keluar bercak merah muda atau cokelat gelap selama implantasi (6 sampai 12 hari setelah pembuahan) dengan waktu yang lebih singkat dari periode menstruasi.
  • Menstruasi: mengeluarkan darah warna merah gelap dan perdarahan yang lebih banyak.
  1. Nyeri perut
  • Hamil: terjadi kram perut ringan beriringan dengan keluarnya bercak-bercak. Selain itu, akan terjadi kram di bagian-bagian lainnya seperti punggung bagian bawah dan perut bagian bawah selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  • Menstruasi: kram perut berlangsung selama haid atau saat awal-awal haid saja.
  1. Mual dan muntah
  • Hamil: ciri khas tanda kehamilan wanita adalah mual dan muntah. Jika kamu mengalami keterlambatan menstruasi dan sering merasa mual maka kamu sedang hamil.
  • Menstruasi: kasus mual dan muntah sangat jarang terjadi pada wanita yang akan menstruasi.
  1. Nyeri payudara
  • Hamil: nyeri pada payudara berlangsung selama 1 hingga 2 minggu setelah pembuahan. Ukuran payudara akan terus tumbuh hingga selesai melahirkan.
  • Menstruasi: nyeri payudara hanya berlangsung selama haid saja.
  1. Rasa lelah
  • Hamil: saat hamil kamu akan merasakan kelelahan yang sangat ekstrim. Jika kamu mengalami keterlambatan haid serta kelelahan ekstrim maka kamu sedang hamil.
  • Menstruasi: lelah pada masa menstruasi biasanya berlangsung singkat.

Tanda-tanda kehamilan dan menstruasi

Kamu tidak perlu bingung lagi perbedaan tanda kehamilan dengan menstruasi, bukan? Selain itu, kamu juga perlu memahami beberapa tanda-tanda kehamilan, yaitu:

  • Nafsu makan bertambah
  • Nyeri payudara berlangsung lama serta terus mengalami pertumbuhan
  • Kram pada bagian tertentu dalam jangka waktu yang lama
  • Suasana hati berubah-ubah
  • Mengalami kelelahan ekstrim
  • Sering buang air kecil
  • Mengalami morning sickness

Sedangkan, tanda-tanda menstruasi adalah:

  • Nyeri perut
  • Muncul jerawat
  • Nyeri payudara saat awal haid
  • Sakit kepala
  • Mengalami gangguan tidur
  • Mood swing

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan cara membedakan tanda kehamilan dengan tanda menstruasi?

Natto Adalah Makanan Khas Jepang yang Kaya Manfaat

Makanan Ini mungkin terdengar asing di telinga kalian, natto adalah salah satu makanan khas Jepang yang sangat popular di negaranya. Terbuat dari kedelai yang difermentasi, ternyata natto memiliki banyak manfaat untuk tubuh loh.

Natto kerap dijumpai di berbagai rumah makan di Jepang. Meskipun rasanya asing bagi sebagian besar orang, namun banyak pula orang yang menyukai makanan ini. Jika kamu penasaran apa sih nato itu, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal Natto

Natto adalah salah satu makanan khas negeri sakura yang dibuat dari fermentasi kacang kedelai. Makanan ini memiliki tekstur lengket seperti berlendir dan berserat.

Natto merupakan hasil fermentasi mikroorganisme bakteri Bacillus subtilis dan memiliki rasa nutty dan aroma yang tajam. Ketika difermentasi, natto akan menghasilkan enzim yang baik untuk kesehatan tubuh.

Enzim dari hasil fermentasi natto disebut nattokinaze, yaitu enzim hasil dari fermentasi natto yang mengandung zat antioksidan yang baik untuk kekebalan tubuh. Enzim nattokinaze ini juga mampu melarutkan gumpalan darah dalam tubuh.

Untuk mendapatkan cita rasa yang lebih nikmat, orang Jepang mencampurkan bahan lain ketika mengonsumsi natto, seperti mustard dan kecap, telur dan semangkuk nasi.

Kandungan Gizi Natto

Karena terbuat dari olahan kacang kedelai,natto memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Nutrisi yang terkandung dalam olahan natto mencakup vitamin, zat gizi makro serta mineral. Berikut adalah kandungan nutrisi dalam 100 gr natto:

  • Lemak: 11 gr
  • Kalori: 212 gr
  • Karbohidrat: 14 gr
  • Serat: 5 gr
  • Protein: 18 gr
  • Zat besi: 48% dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
  • Mangan: 76% dari AKG harian
  • Tembaga: 33% dari AKG harian
  • Vitamin K1: 29% dari AKG harian
  • Magnesium: 29% dari AKG harian
  • Kalsium: 22% dari AKG harian
  • Vitamin C: 22% dari AKG harian
  • Kalium: 21% dari AKG harian
  • Zinc: 20% dari AKG harian
  • Selenium: 13% dari AKG harian

Selain yang telah disebutkan, natto juga mengandung prebiotik atau bakteri baik. Prebiotik memberikan beragam manfaat untuk kesehatan terutama untuk merawat sistem pencernaan.

Manfaat Natto

Dengan berbagai kandungan nutrisi di dalamnya, berikut adalah manfaat natto yang baik untuk kesehatan tubuh:

  • Kesehatan saluran pencernaan

Kandungan prebiotik pada natto memiliki fungsi menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat yang hidup di saluran pencernaan manusia sehingga kamu dapat terhindar dari berbagai masalah pencernaan, seperti diare, sembelit dan penyakit crohn.

  • Meningkatkan kesehatan tulang

Natto memiliki kandungan kalsium dan vitamin K2, kandungan ini memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kepadatan serta kesehatan tulang. Sebuah studi menunjukkan bahwa kalsium dan vitamin K2 dapat memperlambat proses pengeroposan tulang dan mengurangi risiko patah tulang akibat pertambahan usia.

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Tidak hanya bagus untuk pencernaan, prebiotik dalam natto juga bagus untuk melancarkan metabolisme tubuh sehingga tubuh dapat menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Kandungan B6, vitamin C serta zat besi dalam natto juga merupakan nutrisi yang penting untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas.

  • Memelihara kesehatan dan fungsi otak

Kandungan prebiotik dalam natto diyakini baik untuk memelihara kesehatan dan fungsi otak. Prebiotik dapat mengurangi stres, depresi, kecemasan, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD) serta dapat meningkatkan daya ingat.

  • Kesehatan jantung

Kandungan serat, prebiotik dan vitamin K2 dalam natto dipercaya dapat menjaga kesehatan jantung. selain itu, enzim nattokinase juga dapat menjaga tekanan darah tetap normal. Kandungan lemak dalam natto pun memiliki manfaat yang bagus untuk menurunkan kadar kolesterol sehingga menurunkan risiko terserang stroke dan penyakit jantung.

Sekarang kamu sudah tahu bahwa natto adalah makanan yang memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Jika kamu penasaran ingin mencoba natto, sebaiknya mulai dari porsi kecil karena mungkin rasanya akan asing di lidahmu.

Kelebihan Vitamin D Bisa Sebabkan Keracunan, Ini Faktanya!

Vitamin D adalah salah satu vitamin yang kamu butuhkan untuk tubuhmu. Namun tahukah kamu jika kelebihan vitamin D juga tidak baik untuk kesehatanmu? Mari simak penjelasan berikut untuk mencari tahu dampak kelebihan vitamin D bagi tubuh.

Keuntungan Vitamin D Bagi Tubuh

Sebelum mengetahui kekurangan vitamin D bagi tubuh, mari simak keuntungan vitamin D terlebih dahulu.

Vitamin D sebenarnya bukan hanya vitamin, namun juga dianggap sebagai pro-hormon yang harus diperolah melalui suplemen atau makanan. Hal itu karena vitamin D tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia.

Selain didapatkan dari suplemen dan makanan, vitamin D juga bisa didapatkan dari sinar matahari atau sinar UV yang diserap oleh kulitmu. Menurut penelitian, viitamin D tak hanya berfungsi sebagai penjaga kekutan tulang dan gigi, namun juga dapat mencegah berbagai macam penyakit yang ada.

Beberapa penyakit tersebut di antaranya:

  1. Kanker usus besar
  2. Kanker prostat
  3. Kanker payudara
  4. Diabates (tipe 1) pada anak-anak
  5. Preeklamsia
  6. Multiple Sclerosisi
  7. Depresi

Dari Mana Kamu Bisa Mendapatkan Vitamin D?

Kamu bisa mendapatkan vitamin D melalui:

1. Sinar matahari 

Dengan berjemur yang cukup di bawah sinar matahari, kamu akan bisa menyerap vitamin D dengan sendirinya. Meski begitu, hindari menjemur badan dengan durasi yang sangat lama agar kulitmu tidak terbakar.

Selain itu, gunakan juga tabir surya yang akan membantu menjaga kulitmu dari paparan sinar matahari secara langsung.

2. Makanan 

Selain dengan sinar matahari, kamu bisa mendapatkan vitamin D melalui makanan. Beberapa makanan yang akan memberikan vitamin D bagi tubuhmu adalah ikan yang berminyak (sardin, salmon, makarel), jamur, telur, susu, minyak ikan cod, hati sapi, ikan tuna, serta yogurt.

Kelebihan vitamin D, Bagaimana Kondisinya?

Tahukah kamu bahwa batas maksimal vitamin D yang diperlukan oleh tubuhmu yang dianjurkan oleh para profesional kesehatan adalah 4.000 IY per hari bagi orang dewasa. Namun, NIH (National Institutes of Health) mengatakan bahwa keracunan vitamin D tidak mungkin terjadi jika asupan vitamin  D yang kamu peroleh sebesar 10.000 IU per hari.

Inilah Akibat Jika Kamu Kelebihan Vitamin D

Inilah beberapa dampak kelebihan vitamin D pada tubuhmu. Yuk, simak penjelasan berikut.

1. Hiperkalsemia 

Kelebihan vitamin D berisiko untuk mendatangkan penyaki hiperkalsemia yang dapat menyebakan kelebihan kalsium pada darah. Berikut beberapa ciri-ciri dari hiperkalesemia sebagai berikut,

  1. Haus
  2. Depresi
  3. Kehilangan nafsu makan
  4. Sembelit
  5. Masalah memori
  6. Sakit kepala
  7. Kelalahan

Hiperkalsemia yang dikarenakan oleh terllau banyak kelebihan vitamin D dapat sembuh dengan steroid. Selain itu, hendaknya kamu menghilangkan sumber vitamin D yang berlebihan untuk tubuh kamu.

2. Penyakit ginjal 

Kelebihan vitamin D bisa menyebabkan kerusakan ginjal yang serius dalam jangka panjang. Kerusakan ginjal yang bisa saja kamu alami menyebabkan nefrokalsinosis yang bisa menyebabkan rusaknya ginjal secara permanen dan bahkan gagal ginjal.

3. Penyakit tulang 

Meskiun salah satu fungsi vitamin D bermanfaat untuk menjaga tulang, kelebihan vitamin D justru bisa mengganggu adanya kinerja vitamin K2 yang berfungsi sebagai pasokan nutrisi untuk menjaga kalsium di dalam tulang. Selain itu, berlebihnya vitamin D dala tubuh bisa menyebabkan patah tulang, loh!

Itulah penjelasan dari kelebihan vitamin D pada tubuh yang bisa menyebabkan berbagai penyakit di dalam tubuhmu. Semoga informasi di artikel ini bermanfaat, ya!